Review Film My Ordinary Love Story
Review Film My Ordinary Love Story. Film My Ordinary Love Story yang dirilis pada 2014 mungkin tidak sepopuler drama romantis Korea lainnya, tapi tetap punya tempat khusus bagi penonton yang suka cerita cinta dengan twist gelap dan tak terduga. Disutradarai oleh Lee Kwon, film ini dibintangi Kang Ye-won sebagai Eun-jin dan Song Tae-yoon sebagai Hyun-suk, dua orang yang awalnya terlihat menjalani hubungan biasa tapi perlahan terungkap sisi aneh dan mengkhawatirkan. Meski bergenre romance thriller, film ini lebih condong ke psikologi karakter daripada jumpscare murahan, membuatnya terasa unik dan sedikit uncomfortable di saat yang tepat. BERITA BOLA
Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film My Ordinary Love Story
Cerita berpusat pada Eun-jin, wanita lajang berusia akhir 20-an yang sudah gagal pacaran enam kali dan mulai putus asa menemukan cinta. Suatu hari, ia bertemu Hyun-suk, senior di tempat kerja yang tampan, lembut, dan sepertinya sempurna. Hubungan mereka berkembang cepat – dari kencan manis, pindah bersama, hingga rencana masa depan. Semua terlihat seperti romance ordinary yang diimpikan banyak orang.
Namun, seiring waktu, Eun-jin mulai menemukan keanehan kecil pada Hyun-suk: perilaku posesif, rahasia yang disembunyikan, dan tanda-tanda bahwa ia mungkin menyimpan sisi gelap. Alur film dibangun perlahan dengan petunjuk-petunjuk halus, membuat penonton ikut curiga bersama Eun-jin. Twist di paruh kedua mengubah nada cerita dari manis menjadi tegang, tanpa terasa dipaksakan. Endingnya terbuka dan cukup menggantung, meninggalkan ruang interpretasi tentang apa yang sebenarnya terjadi dan apakah “cinta biasa” itu benar-benar ada.
Akting dan Chemistry Pemain: Review Film My Ordinary Love Story
Kang Ye-won berhasil membawa Eun-jin sebagai karakter yang relatable: wanita mandiri tapi rentan, yang begitu ingin dicintai hingga kadang mengabaikan red flag. Peralihan ekspresinya dari bahagia hingga curiga dan takut terasa natural, membuat penonton ikut merasakan kebingungannya. Song Tae-yoon sebagai Hyun-suk tampil meyakinkan sebagai pria idaman yang perlahan terungkap sisi misteriusnya – senyum lembutnya justru jadi semakin mengkhawatirkan seiring cerita.
Chemistry keduanya kuat di awal, terasa seperti pasangan baru yang sedang kasmaran, tapi berubah menjadi ketegangan psikologis yang dingin di bagian akhir. Pemain pendukung seperti rekan kerja Eun-jin menambah humor ringan yang menyeimbangkan nada gelap, tanpa mengganggu fokus utama. Secara keseluruhan, akting mereka jadi kekuatan terbesar film, membuat cerita sederhana ini terasa intens dan personal.
Tema dan Pesan yang Tersirat
My Ordinary Love Story menggali sisi gelap dari “cinta biasa” yang sering diidealkan. Film ini bicara tentang harapan berlebih terhadap hubungan, red flag yang diabaikan demi rasa nyaman, dan bahaya terlalu cepat percaya pada seseorang. Eun-jin mewakili banyak orang yang begitu ingin dicintai hingga rela menutup mata terhadap tanda bahaya, sementara Hyun-suk jadi cermin ketakutan akan pasangan yang ternyata tak seperti kelihatannya.
Ada kritik halus terhadap tekanan sosial untuk segera punya pasangan di usia tertentu, dan bagaimana kesepian bisa membuat orang rentan. Film ini juga menyoroti pentingnya mengenal diri sendiri sebelum menyerahkan hati sepenuhnya. Pesan utamanya cukup tajam: cinta yang terlihat sempurna sering menyembunyikan hal-hal yang tak biasa, dan “ordinary” tak selalu berarti aman. Nuansa thriller psikologisnya membuat penonton merenung tentang batas antara cinta normal dan obsesi.
Kesimpulan
My Ordinary Love Story adalah romance thriller yang pintar bermain dengan ekspektasi penonton, mulai dari manis biasa hingga gelap tak terduga. Dengan akting solid Kang Ye-won dan Song Tae-yoon, alur yang dibangun perlahan, dan tema psikologis yang mengena, film ini berhasil memberikan pengalaman menonton yang berbeda dari romcom pada umumnya. Bukan film yang nyaman atau memberi happy ending klise, tapi justru itu yang membuatnya berkesan dan layak ditonton ulang. Cocok untuk yang suka cerita cinta dengan twist gelap dan ingin merenung tentang sisi tersembunyi hubungan. Meski tak sepopuler judul besar lainnya, film ini punya tempat sendiri sebagai hidden gem yang berani tampil beda.



Post Comment