Review Film Shanghai Noon

review-film-shanghai-noon

Review Film Shanghai Noon. Shanghai Noon (2000), karya sutradara Tom Dey dan duo Jackie Chan-Owen Wilson, jadi western-kung fu paling fun di Hollywood. Jackie perankan Chon Wang—penjaga imperial China yang kejar putri kaisar diculik ke Wild West Amerika. Cerita campur petualangan, buddy comedy, dan aksi gila, lahirkan franchise dua film. Rilis era Jackie global pasca-Rush Hour, film ini raih $100 juta global dari budget $55 juta. Sampai kini, ulang tontonnya tetap bikin ketawa: chemistry ledakan, stunt nyata, dan parodi western klasik. Review ini kupas kenapa Shanghai Noon tetap jadi buddy adventure terbaik abad 21 awal. BERITA BOLA

Chemistry Duo Chan-Wilson yang Ledakan: Review Film Shanghai Noon

Inti film ada di Jackie dan Owen: Chon serius tapi polos, Roy O’Bannon (Owen) koboi penipu cerewet. “You’re in America now!” jadi quote ikonik saat Roy ajar Chon budaya Barat—dari tembak pistol sampe minum whiskey. Mereka kontras sempurna: Jackie bela diri halus, Owen improvisasi dialog liar, hasilnya tawa nonstop.

Fakta: 60% dialog ad-lib, seperti adegan kereta di mana Owen jatuh konyol sambil jerit. Chemistry tumbuh alami—dari musuh jadi saudara, lewat ribut rebut kuda atau bagi rampasan. Ini tingkatkan Rush Hour: tambah elemen western, bikin duo Asia-Barat lebih universal. Penonton rasakan fun autentik, bukan skrip kaku.

Aksi Jackie Nyata Campur Parodi Western: Review Film Shanghai Noon

Aksi tetap andalan Jackie: urutan kereta api—ia lompat gerbong, pukul bandit 10 orang, semua real tanpa wirework berat. Finale di tambang emas: Jackie lawan Indian sambil pakai nunchaku, campur tinju dengan trik koboi. Stunt zanjel: Jackie jatuh dari tebing ke pohon kaktus, retak tulang bahu tapi lanjut syuting.

Parodi cerdas: Roy tiru Clint Eastwood dengan pistol kosong, Chon potong peluru pakai pedang. Urutan Indian campur kung fu dan tarian jadi highlight lucu. Editing cepat dan musik country-rock perkuat ritme, bikin aksi terasa fresh. Jackie desain sendiri 80% fight, bukti komitmen meski usia 46 tahun.

Cerita Petualangan Ringan tapi Solid

Plot sederhana tapi ketat: Chon kejar putri (Lucy Liu) diculik ke Nevada, tim up dengan Roy yang cari emas. Twist soal dalang internal cukup mengejutkan, tanpa berbelit. Antagonis seperti marshal korup karismatik, tambah ketegangan.

Lokasi syuting Kanada beri rasa Wild West autentik: gurun, saloon, kereta uap—tapi dengan twist Asia seperti kung fu di bar. Romansa ringan Chon-Peipei (Jamie King) tambah manis, sementara sidekick Indian Wallace beri humor budaya. Durasi 110 menit pas: petualangan nonstop, tak ada adegan lelet. Pesan persahabatan lintas budaya ngena tanpa dipaksa.

Kesimpulan

Shanghai Noon adalah buddy western sempurna—chemistry gila, aksi autentik, parodi cerdas—skor 8.8/10. Jackie Chan dan Owen Wilson ciptakan formula Asia-meets-West yang Hollywood jarang samai, lahirkan franchise sukses. Pengaruhnya besar: inspirasi Kung Fu Yoga dan comedy action modern. Wajib tonton untuk fans petualangan atau nostalgia 2000-an. Nonton sekarang, ikut jerit “Shanghai Noon!”—film ini bukti campuran budaya bisa lahirkan hiburan abadi yang bikin seluruh keluarga ketawa.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment