Review Film The Favourite
Review Film The Favourite. Film “The Favourite” mengangkat kisah intrik di lingkungan istana pada masa ketika seorang ratu memerintah dalam kondisi kesehatan yang rapuh dan ketergantungan emosional yang tinggi terhadap orang-orang terdekatnya. Cerita berfokus pada persaingan dua perempuan yang sama-sama ingin mendapatkan kepercayaan dan pengaruh terbesar di sisi sang penguasa. Dengan latar sejarah yang nyata, film ini menyajikan konflik kekuasaan dalam ruang yang lebih sempit, bukan melalui perang besar, melainkan melalui strategi personal, manipulasi emosional, dan permainan citra di dalam istana. Pendekatan ini membuat cerita terasa intim, namun tetap sarat dengan ketegangan politik. BERITA BOLA
Perebutan Pengaruh dan Permainan Strategi: Review Film The Favourite
Inti cerita dalam film ini adalah perebutan posisi paling dekat dengan sang ratu, karena kedekatan tersebut berarti akses langsung terhadap keputusan penting negara. Dua tokoh utama perempuan digambarkan menggunakan cara yang sangat berbeda untuk mencapai tujuan, satu dengan pendekatan yang sudah mapan dan penuh perhitungan, sementara yang lain memulai dari posisi lemah dan perlahan memanfaatkan kesempatan yang ada. Persaingan ini bukan sekadar konflik pribadi, tetapi juga mencerminkan bagaimana kebijakan negara bisa dipengaruhi oleh relasi personal di balik layar. Film ini dengan jelas menunjukkan bahwa dalam lingkungan kekuasaan, strategi halus sering kali lebih efektif daripada konfrontasi terbuka, dan perubahan posisi dapat terjadi sangat cepat ketika kepercayaan sang penguasa mulai goyah.
Karakter, Emosi, dan Ketimpangan Kekuasaan: Review Film The Favourite
Salah satu kekuatan film ini terletak pada penggambaran karakter yang tidak sepenuhnya hitam atau putih. Sang ratu digambarkan sebagai sosok yang emosional, kesepian, dan mudah dipengaruhi, sementara dua tokoh yang bersaing di sekitarnya memiliki motif yang bercampur antara kebutuhan bertahan hidup, ambisi, dan perasaan pribadi. Ketimpangan kekuasaan terasa kuat, karena meskipun para tokoh perempuan memiliki ruang untuk bermanuver, keputusan akhir tetap berada di tangan penguasa yang secara emosional tidak stabil. Hubungan antar tokoh dipenuhi dinamika manipulasi, ketergantungan, dan pengkhianatan yang membuat batas antara persahabatan dan kepentingan politik menjadi sangat kabur. Pendekatan ini membuat konflik terasa lebih kompleks dan tidak mudah disederhanakan.
Gaya Visual dan Nada Satir
Berbeda dari banyak film sejarah yang cenderung serius dan formal, “The Favourite” menghadirkan nuansa satir yang cukup tajam dalam menggambarkan kehidupan istana. Dialog sering kali disampaikan dengan nada yang sinis dan tidak jarang mengejutkan, menciptakan kontras dengan latar kemewahan yang ditampilkan. Visual film ini menonjolkan ruang-ruang besar dan kosong, seolah menegaskan rasa kesepian di balik kemegahan, sementara pengambilan gambar yang tidak biasa memberi kesan bahwa dunia istana adalah tempat yang aneh dan penuh ketegangan tersembunyi. Pendekatan ini membuat film terasa segar, karena tidak hanya mengandalkan drama sejarah konvensional, tetapi juga menggunakan humor gelap untuk menyoroti absurditas kekuasaan dan perilaku manusia di dalamnya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, “The Favourite” merupakan film sejarah yang menampilkan perebutan kekuasaan dalam skala personal, namun dengan dampak politik yang besar. Kekuatan utama film ini terletak pada karakter yang kompleks, konflik emosional yang intens, serta penyajian visual dan dialog yang berani keluar dari pakem film sejarah pada umumnya. Meskipun beberapa bagian disederhanakan demi kepentingan dramatik, cerita tetap mampu menyampaikan gambaran tentang bagaimana keputusan penting negara bisa dipengaruhi oleh hubungan pribadi dan permainan emosi. Dengan perpaduan antara drama, intrik, dan sentuhan satir, film ini memberikan sudut pandang yang berbeda tentang kehidupan istana, sekaligus mengingatkan bahwa di balik kemegahan, sering tersembunyi persaingan yang dingin dan penuh perhitungan.



Post Comment